Rachel Vennya Diusir dari Vila Mewah di Bali, TikTokers Ini Soroti Soal Rasisme dan Diskriminasi

Selamat datang Laxminvesto di Situs Kami!

Laxminvesto Showbiz – Selebgram Rachel Vennya baru saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan selama berada di sebuah vila mewah di Bali. Dia akhirnya diusir karena dianggap tidak mematuhi peraturan hotel mengenai penggunaan dapur, yang memerlukan biaya tambahan. Rachel Vennya Diusir dari Vila Mewah di Bali, TikTokers Ini Soroti Soal Rasisme dan Diskriminasi

Seorang pembuat konten TikTok bernama Galih Sulistyaningra pun turut memperhatikan permasalahan Rachel Vennya. Guru SD negeri lulusan UCL itu mengatakan, Rachel Venea sebenarnya mengalami tiga hal yang sangat tidak pantas, yakni rasisme, diskriminasi, dan pengelompokan sosial atau klasisme. Scroll terus ya? Selain Ivan Gunawan Deretan Seleb Ini Pernah Kena Tegur KPI Gara-gara Penampilan

Mengutip video yang diposting di akun TikToknya pada Jumat, 2 Februari 2024, Galli berkata, “Menurutku Rachel Vennya begitu kuat, hanya suaranya dan pesannya ketika dia menyebutkan tiga hal yang dia alami saat ini. Itu bisa menyebar.” kepada lebih banyak orang.

Galli menjelaskan, perilaku rasis bermula dari pemikiran pihak-pihak yang melabeli orang lain sebagai ras atau etnis yang berbeda dengan dirinya. Dalam hal ini Rachel Vennya adalah orang Indonesia dan pemilik vila adalah orang asing berkulit putih atau bule dengan kebiasaan yang sangat berbeda.

“Menyadari Rachel Vennya orang Indonesia dan Indonesia orang Asia dan pemilik tokonya orang asing, sebenarnya rasis jika menganggap Rachel Vennya membawa mie populer dan Indomie dan Rachel Vennya bukan pelanggan barang mewah,” jelas Road Galih.

Belakangan, Rachel Venya juga diduga didiskriminasi oleh pemilik vila karena diusir dan uang yang dibayarkannya diancam tidak bisa dikembalikan.

Yang kedua adalah diskriminasi dan Rachel Vennya jelas-jelas didiskriminasi. Kalau rasisme itu cara berpikir, maka yang membedakan diskriminasi dan rasisme adalah tindakan. Rachel Vennya diminta keluar daerah, dideportasi bahkan tidak mendapat refund, yang dianggap buruk,” ujar korban diskriminasi Rachel Vennya. Dan ini ada hubungannya dengan Rachel Vennya, yang mengidentifikasi dirinya sebagai orang Asia, “kata Galih.

Pemilik vila mewah di Pulau Dewata juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Rachel Venea dan teman-temannya dengan mengatakan mereka bukan “klien mewah”. Pemilik vila juga menuding Rachel Venya tidak pernah menginap di hotel mewah dan tidak mengetahui aturan penggunaan dapur sehingga menimbulkan biaya tambahan.

“Jadi kok kita punya prasangka tentang orang-orang dari kelas sosial tertentu? Jadi pemiliknya mengira kelasnya dari kasta yang lebih tinggi, jadi dia merasa bisa berbuat apa saja terhadap Rachel Venya yang dianggap kasta lebih rendah.” ,” jelas Galli.

Pemilik vila tersebut pasti tidak tahu siapa Rachel Vennya atau pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia. Khusus di media sosial, Rachel Vennya bahkan memiliki sekitar 7,6 juta pengikut di Instagram dan 1,39 juta pelanggan di YouTube. Rachel Vennya Diusir dari Vila Mewah di Bali, TikTokers Ini Soroti Soal Rasisme dan Diskriminasi

Tangan Mark Zuckerberg ‘berlumuran banyak darah manusia’ Senator Lindsey Graham menyatakan bahwa Mark Zuckerberg dan eksekutif perusahaan teknologi lainnya memiliki “banyak darah manusia di tangan mereka.” Laxminvesto 3 Februari 2024